This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 16 Maret 2016

KANKER MULUT

Pengertian Kanker Mulut
 
Kanker mulut adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut. Misalnya pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, serta langit-langit mulut. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening. Di antara seluruh kasus kanker yang muncul, diperkirakan hanya terdapat dua persen kanker mulut. Karena itu, jenis kanker ini termasuk kanker yang jarang terjadi.
Sebagian besar kanker mulut menyerang lansia berusia 50-75 tahun dan lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Tetapi kanker ini juga dapat terjadi pada kalangan dewasa muda, terutama akibat infeksi HPV (human papillomavirus).
alodokter-kanker-mulut

Jenis Kanker Mulut

Kanker mulut yang paling umum terjadi adalah karsinoma sel skuamosa. Diperkirakan sekitar 90 persen pengidap kanker mulut menderita jenis ini.
Jenis kanker mulut lainnya adalah melanoma oral ganas dan adenokarsinoma. Melanoma oral ganas adalah kanker yang berkembang dari sel melanosit. Sedangkan adenokarsinoma adalah kanker yang menyerang kelenjar air liur.

Gejala-gejala Kanker Mulut

Seperti kanker pada umumnya, gejala kanker mulut juga jarang dan sulit terdeteksi pada stadium awal. Karena itu, kita sebaiknya mewaspadai gejala-gejala umumnya yang meliputi:
  • Sariawan yang tidak kunjung sembuh.
  • Bercak kemerahan atau putih dalam mulut.
  • Benjolan atau penebalan pada dinding dalam mulut.
  • Rasa sakit dalam mulut, terutama lidah.
  • Sulit atau rasa sakit saat menelan serta mengunyah.
  • Gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas.
  • Perubahan suara.
  • Mengalami kesulitan saat bicara.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.
  • Rahang yang terasa kaku atau sakit.
  • Sakit tenggorokan.
Gejala kanker mulut juga cenderung sulit dikenali karena sering kali mirip dengan indikasi penyakit lain yang lebih ringan. Tetaplah waspada dan segera periksakan diri ke dokter jika gejala-gejala tersebut tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu, terutama bagi perokok berat atau yang sering mengonsumsi minuman keras.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mulut

Kanker mulut disebabkan oleh adanya perubahan pada perkembangan sel-sel dalam mulut atau bibir. Penyebab di balik mutasi ini belum diketahui secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat memicu kemunculan kanker ini. Di antaranya adalah:
  • Menggunakan segala jenis tembakau, seperti rokok, cerutu, serta tembakau kunyah.
  • Konsumsi minuman keras secara berlebihan.
  • Infeksi HPV (human papillomavirus).
  • Pola makan yang buruk.
  • Kebersihan mulut yang tidak terjaga, misalnya membiarkan gigi berlubang atau gusi yang mengalami infeksi.
  • Mengunyah buah pinang.

Diagnosis dan Pengobatan Kanker Mulut

Dalam proses diagnosis, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami serta memeriksa kondisi mulut Anda. Jika diduga mengidap kanker mulut, Anda akan dianjurkan untuk menjalani biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk memastikan ada atau tidaknya sel-sel kanker.
Pasien yang positif didiagnosis mengidap kanker mulut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi stadium serta tingkat perkembangan kanker mulut yang dideritanya. Prosedur ini dapat dilakukan melalui endoskopi, rontgen, MRI scan, CT scan, serta PET scan.
Dengan mengetahui stadium serta tingkat perkembangan kanker yang diderita pasien, dokter dapat menentukan langkah pengobatan yang akan perlu dilakukan. Begitu juga dengan kondisi kesehatan pasien dan letak serta jenis kanker mulut yang dideritanya.
Kanker mulut stadium awal memiliki kemungkinan tertinggi untuk sembuh total. Sementara kanker mulut stadium menengah mungkin dapat disembuhkan. Tetapi kanker mulut stadium lanjut umumnya tidak dapat disembuhkan dan penanganan yang dilakukan hanya untuk meringankan gejala serta memperlambat penyebaran kanker.
Langkah-langkah penanganan untuk kanker mulut meliputi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Ketiga langkah ini sering dikombinasikan guna mendapatkan hasil yang maksimal.
Kanker mulut stadium awal dapat diatasi dengan operasi menggunakan sinar laser. Prosedur ini disebut photodynamic therapy (PDT). Tetapi jika kanker sudah menyebar ke bagian lain tubuh, maka pengangkatan tumor disertai jaringan sehat di sekitarnya perlu dilakukan. Misalnya pengangkatan sebagian jaringan pada dinding mulut, lidah, atau bahkan rahang. Dokter kemudian akan melakukan operasi rekonstruksi untuk kembali membentuk bagian atau jaringan yang diangkat.
Langkah radioterapi biasanya digunakan setelah operasi guna mencegah kembalinya sel-sel kanker. Terapi radiasi ini dapat dilakukan dari luar maupun dalam tubuh.
Dalam menangani kanker yang sudah menyebar luas pada tubuh atau berisiko tinggi untuk tumbuh kembali, dokter akan menganjurkan kemoterapi. Obat-obatan yang digunakan dalam proses ini akan menghancurkan DNA dari sel-sel kanker agar tidak bisa berkembang biak. Tetapi obat-obatan tersebut juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga pasien rentan mengalami infeksi.
Di samping manfaat, radioterapi dan kemoterapi berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa di antaranya meliputi mual, muntah, kelelahan, sariawan, serta mulut yang terasa sakit.
Cetuximab juga terkadang digunakan untuk menangani kanker mulut stadium lanjut. Penggunaan obat ini biasanya dikombinasikan dengan radioterapi atau kemoterapi.
Cetuximab akan menyerang protein pada permukaan sel-sel kanker untuk mencegah penyebaran kanker. Tetapi cetuximab dianjurkan jika pasien tidak bisa menjalani kemoterapi karena alasan medis tertentu, misalnya sedang hamil.

Risiko Komplikasi Kanker Mulut

Tiap langkah pengobatan tentu memiliki risiko komplikasi. Begitu juga dengan penanganan kanker mulut. Kesulitan menelan dan gangguan kemampuan bicara adalah komplikasi utama yang dapat terjadi setelah Anda menjalani operasi dan radioterapi.
Kesulitan menelan termasuk komplikasi yang serius karena dapat menyebabkan kekurangan gizi serta memicu pneumonia aspirasi akibat adanya makanan yang masuk ke saluran pernapasan dan tersangkut di paru-paru. Komplikasi ini umumnya akan membaik seiring proses penyembuhan dan terapi. Tetapi ada kemungkinan kemampuan menelan Anda tidak akan pulih sepenuhnya.
Sama halnya dengan menelan, radioterapi dan operasi juga berpotensi menyebabkan gangguan dalam kemampuan bicara Anda. Karena itu, terapi wicara akan sangat bermanfaat untuk mengembalikan kemampuan bicara Anda.

Langkah Pencegahan Kanker Mulut

Karena penyebabnya yang belum diketahui, kanker mulut tidak dapat dicegah sepenuhnya. Tetapi Anda tetap dapat mengambil langkah-langkah sederhana untuk menurunkan risikonya, yaitu:
  • Berhenti merokok dan jangan menggunakan tembakau dalam bentuk apa pun.
  • Hindari atau membatasi konsumsi minuman keras Anda.
  • Terapkan pola makan yang sehat dan seimbang, terutama dengan meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan.
  • Menjaga kebersihan mulut, misalnya rajin menyikat gigi.
  • Memeriksakan kesehatan gigi secara teratur, setidaknya setahun sekali.
sumber :  http://www.alodokter.com/kanker-mulut

PENYAKIT ANEMIA

Gejala Anemia, Penyebab, Faktor Risiko dan Pencegahan

Anemia atau kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Gejala Anemia
Akibat dari anemia adalah transportasi sel darah merah akan terganggu dan jaringan tubuh si penderita anemia akan mengalami kekuranga oksigen guna mengahasilkan energi. Maka tidak mengeherankan jika gejala anemia ditunjukan dengan merasa cepat lelah, pucat, gelisah, dan terkadang sesak. Serta ditandai dengan warna pucat di beberapa bagian tubuh seperti lidah dan kelopak mata.

Penyebab umum dari anemia antara lain; kekurangan zat besi, pendarahan usus, pendarahan, genetik, kekurangan vitamin B12, kekuarangan asam folat, gangangguan sunsum tulang.

Gejala Anemia (Kurang Darah)


Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda mengalami anemia, seperti dilansir Boldsky.

1. Kelopak Mata Pucat

Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika Anda meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian bawah mata. Anda akan melihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna pucat.

2. Sering Kelelahan

Jika Anda merasa lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, bisa jadi Anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan energi tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah Semakin rendah sel darah merah, tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.

3. Sering Mual

Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari tempat tidur.

4. Sakit kepala

Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala.

5. Ujung Jari Pucat

Ketika Anda menekan ujung jari, daerah itu akan berubah jadi merah. Tetapi, jika Anda mengalami anemia, ujung jari Anda akan menjadi putih atau pucat.

6. Sesak napas

Jumlah darah yang rendah menurunkan tingkat oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.

7. Denyut Jantung Tidak Teratur

Palpitasi adalah istilah medis untuk denyut jantung tidak teratur, terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.

8. Wajah Pucat

Jika Anda mengalami anemia, wajah Anda akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.

9. Rambut rontok

Rambut rontok bisa menjadi gejala anemia. Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, Anda akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.

10. Menurunnya Kekebalan Tubuh

Ketika tubuh Anda memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Anda akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.

Penyebab & Faktor Risiko


Darah terdiri dari plasma dan sel. Ada tiga jenis sel darah:
  1. Sel darah putih (leukosit). Sel darah ini berguna untuk melawan infeksi.
  2. Platelets / keping darah. Sel darah ini membantu membekukan darah saat terluka.
  3. Sel darah putih (eritrosit). Sel darah merah ini membawa oksigen dari paru-paru melalui aliran darah menuju otak dan organ serta jaringan lain.

Tubuh memerlukan suplai oksigen untuk berfungsi. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang merupakan protein yang kayak dengan zat besi yang memberikannya warna merah.

Banyak sel darah diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Untuk dapat memproduksi sel darah merah dan hemoglobin, tubuh anda membutuhkan zat besi, mineral, protein dan vitamin lainnya dari makanan yang anda makan.

Penyebab Anemia (Kurang Darah)


Anemia terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah, kehilangan terlalu banyak sel darah merah atau mematikan sel darah merah lebih banyak daripada menggantinya. Beberapa jenis anemia dan penyebabnya adalah:

Iron deficiency anemia
Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.

Vitamin deficiency anemia
Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.

Anemia of chronic disease
Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.

Aplastic anemia
Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.

Anemias associated with bone marrow disease
Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.

Hemolytic anemias
Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.

Sickle cell anemia
Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.

Anemia lain
Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.

Faktor risiko terkena anemia


Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan peluang terjadinya anemia antara lain:
  • Rendahnya asupan gizi pada makanan.
  • Gangguan kesehatan usus kecil atau operasi yang berkenaan dengan usus kecil.
  • Menstruasi.
  • Kehamilan.
  • Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.
  • Faktor keturunan.

Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Risiko lain adalah diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian ketat dan kurang asupan zat besi atau vitamin B-12 pada makanannya.

Pencegahan Penyakit Anemia


Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Tapi anda dapat membantu menghindari iron deficiency anemia dan vitamin deficiency anemias dengan makanan sehat yang mengandung:

1. Zat besi

Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.

2. Folat

Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.

3. Vitamin B-12

Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.

4. Vitamin C

Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.

Makanan yang mengandung zat besi penting untuk mereka yang membutuhkan zat besi tinggi seperti pada anak-anak, wanita menstruasi dan wanita hamil. Zat besi yang cukup juga penting untuk bayi, vegetarian dan atlet.

sumber :  http://gejalapenyakitmu.blogspot.com/2013/05/gejala-anemia-penyebab-faktor-risiko.html

KANKER OTAK

Pengertian Kanker Otak

Tumor otak adalah hasil dari pertumbuhan sel-sel di otak secara tidak wajar dan tidak terkendali. Tidak semua tumor otak bersifat ganas sehingga bisa dikategorikan sebagai kanker. Kanker otak ganas adalah tumor yang cepat menyebar ke bagian lain otak dan tulang belakang.
Tumor otak primer adalah tumor yang berawal di otak. Sebagian besar tumor otak ganas adalah kanker sekunder, yang berarti bahwa sel kanker awalnya bermula di organ tubuh lain dan kemudian menyebar ke otak.
Kanker Otak Ganas - Alodokter
Tipe tumor otak ganas tergantung pada tipe sel otak dimana tumor itu pertama muncul. Dari berbagai tipe tumor otak ganas primer, glioma adalah tipe paling umum yang menyebabkan lebih dari setengah tumor otak primer.
Tingkat keganasan tumor otak dibagi menjadi 4 kategori, tergantung pada tingkat perkembangan, kecepatan pertumbuhan, dan kemungkinan penyebarannya. Tumor berstadium 1 dan 2 biasanya bersifat jinak sehingga tidak disebut sebagai ‘kanker’, sedangkan jika bersifat ganas, tumor tersebut masuk ke dalam kategori stadium 3 atau 4 dan bisa disebut sebagai ‘kanker’.
Laman ini khusus membahas tumor otak stadium 3 dan 4 (ganas).
Penderita Kanker Otak di Indonesia
Tumor otak tidak mengenal usia dan bisa menjangkiti siapa saja, termasuk anak-anak. Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 1200 kasus baru kanker otak untuk pria dan sekitar 800 kasus baru untuk wanita pada tiap tahunnya. Kondisi ini bisa digolongkan langka di Indonesia. Maka disarankan untuk tidak terlalu cemas jika Anda mengalami gejala-gejala yang menyerupai gejala kanker otak.
Penyakit genetik seperti neurofibromatosis (penyakit genetik yang menyebabkan tumor tumbuh di saraf) bisa meningkatkan risiko tumbuhnya tumor otak. Sedangkan penyebab utama tumor otak ganas primer yang dimulai di otak, masih belum diketahui.

 Gejala Kanker Otak

Tumor bisa membuat area otak yang terjangkit tidak berfungsi dengan baik. Tumor juga bisa menekan otak dan menyebabkan sakit kepala serta kejang-kejang. Secara kesimpulan, gejala tumor otak bervariasi dari satu penderita ke penderita lain tergantung pada faktor ukuran dan bagian otak yang terjangkit.
Dasar yang dipakai untuk menentukan diagnosis kanker otak adalah menurut gejala yang dialami, pemeriksaan fisik serta dari hasil tes yang sudah dijalani.
Berikut ini beberapa gejala tumor lain yang mungkin dialami:
  • Mengalami kelelahan secara berlebihan dan mudah mengantuk
  • Menjadi ceroboh dan sulit berkonsentrasi
  • Kesulitan dalam berjalan
  • Muntah-muntah
  • Kesulitan berbicara

Pengobatan Kanker Otak

Tumor otak terbagi menjadi dua, yaitu tumor otak primer dan tumor otak sekunder. Tumor otak primer adalah tumor yang berasal dari dalam otak itu sendiri. Pada tumor otak primer ganas, terdapat tiga faktor utama yang bisa memengaruhi hasil pengobatan yang dilakukan:
  • Tipe sel otak yang menjadi tumor
  • Letak tumor dalam otak
  • Kondisi kesehatan penderita saat didiagnosis dengan tumor
Penyakit ini harus ditangani secepat mungkin karena berpotensi menyebar dan merusak bagian lain dari otak dan saraf tulang belakang. Tumor biasanya dioperasi dan diusahakan untuk diangkat sepenuhnya. Proses penyembuhan bisa dilanjutkan dengan radioterapi, kemoterapi, atau kombinasi keduanya. Tetapi perlu diingat bahwa tumor otak yang bersifat ganas pada umumnya akan kembali.
Sedangkan tumor otak sekunder adalah tumor yang berasal dari bagian tubuh lain dan akhirnya menyebar ke otak. Tumor otak sekunder sangatlah serius. Ini adalah pertanda bahwa tumor telah menyebar ke seluruh bagian tubuh. Maksimal manfaat perawatan hanya untuk meringankan gejala dan memperpanjang usia saja. Kesembuhan total tidak bisa terjadi.

Bagi Penderita Kanker Otak

Merupakan suatu hal yang normal jika penderita merasa takut. Kebiasaan dan beban sehari-hari perlu disesuaikan dan ini sering kali akan melibatkan seluruh keluarga. Seluruh keluarga akan terlibat untuk memahami apa yang sedang dan mungkin akan terjadi.
Beberapa hal yang mungkin membantu Anda, keluarga, dan teman dekat untuk mengatasi perubahan di dalam hidup:
  • Mencari informasi medis yang akurat tentang penyakit dan pilihan proses pengobatan kanker otak.
  • Jika Anda merasa kesulitan mengingat pertanyaan dan jawaban, tulis semuanya sebagai pengingat. Siapkan sesuatu untuk mencatat.
  • Sangat baik untuk Anda mengambil keputusan secara aktif dalam pilihan cara penanganan dan perawatan Anda.Ini bisa membantu menghilangkan rasa takut akibat ketidakpahaman dan Anda pun bisa merasa punya kendali atas apa yang terjadi.
  • Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas seperti sebelum didiagnosis. Tentukan batas untuk diri sendiri.
Karena tumor otak bisa berdampak pada kemampuan motorik, bicara, penglihatan dan pola pikir pada saat setelah pengobatan, berbagai tipe terapi dapat dilakukan untuk membantu proses pemulihan. Anda dapat menjalani konseling jika ingin membahas mengenai aspek emosional dari diagnosis dan perawatan Anda.

sumber :  http://www.alodokter.com/kanker-otak
luvne.com template blogger cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com resep bolu kukus